Powered By Blogger

Senin, 01 November 2010

Peringati Hari Kebangkitan Nasional Mahasiswa Demo

“Kabupeten Bogor jawara termiskin di Jawa Barat, masih perlu dipertahankan” ada juga yang bertuliskan “Kebangkitan Pertanian, Kebangkitan Indonesia Tugas Tangungjawab bersama” dan “Kota Bogor kota sejuta angkot”


BOGOR (Pos Kota) - Puluhan mahasiswa menyambut Hari Kebangkitan Nasional ke 102 dengan melakukan unjuk rasa di Tugu Kujang Jalan Pajajaran Kota Bogor Rabu (19/5) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebanyak 30 anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor memulai aksinya dengan berjalan kaki dari Kampus Pascasarjana IPB sebagi tempat perkumpulan massa, lalu berjalan kaki menuju Terminal Baranang Siang, berputar kembali ke Tugu Kujang.

Selain berorasi, mahasiswa juga mengelar teatrikal dan nyanyi-nyayian kebangsaan yang dipelintir menyadi sindiran sebagi bentuk aspirasi.Ada juga enam umbul-umbul dari karton bertuliskan pesan-pesan orasi diantaranya “Kabupeten Bogor jawara termiskin di Jawa Barat, masih perlu dipertahankan” ada juga yang bertuliskan “Kebangkitan Pertanian, Kebangkitan Indonesia Tugas Tangungjawab bersama” dan “Kota Bogor kota sejuta angkot”.(yopi/B)

Mahasiswa Renungan Malam di Tugu Kujang

Lebih dari 100 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM se-Bogor menggelar acara renungan malam di Simpang Tugu Kujang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/5) malam. Aksi ini untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei. Sambil menyalakan lilin, para mahasiswa juga menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

Menurut mahasiswa, pendidikan di Indonesia kualitasnya semakin menurun. Terlebih, kondisi infrastruktur soal pendidikan juga kian kurang memadai. Karena itu, mereka menuntut pemerintah menciptakan pemerataan pendidikan, menjadikan pendidikan sebagai prioritas, dan memberantas mafia pendidikan yang selama ini sering menghambat proses pendidikan yang matang.

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei. Penetapan 2 Mei sebagai Hardiknas didasarkan pada hari kelahiran Ki Hajar Dewantara. Nama aslinya Raden Mas Soewardi Soeryaningrat (1889-1959). Dari sejarah singkat di atas diketahui bahwa Ki Hajar Dewantara adalah seorang pejuang, politikus, penulis, filsuf dan pendidik. Dengan demikian makna peringatan Hardiknas adalah “mengenang kembali sejarah perjuangan Ki Hajar Dewantara, menyerap sikap dan perilakunya dalam berjuang, mengaplikasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing”.

KF/v/liputan6

Mahasiswa Malam Renungan di Tugu Kujang

Liputan6.com, Bogor: Lebih dari 100 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM se-Bogor menggelar acara renungan malam di Simpang Tugu Kujang, Bogor, Jawa Barat, Senin (1/5) malam. Aksi ini untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei. Sambil menyalakan lilin, para mahasiswa juga menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

Menurut mahasiswa, pendidikan di Indonesia kualitasnya semakin menurun. Terlebih, kondisi infrastruktur soal pendidikan juga kian kurang memadai. Karena itu, mereka menuntut pemerintah menciptakan pemerataan pendidikan, menjadikan pendidikan sebagai prioritas, dan memberantas mafia pendidikan yang selama ini sering menghambat proses pendidikan yang matang.

Aksi mahasiswa ini menjadi perhatian para pengendara hingga menimbulkan kemacetan panjang.(BOG)

Renungan Malam Sambut Pendidikan Nasional

“Kegiatan kami malam ini bukan sebuah aksi, tapi merupakan renungan untuk merefleksikan pendidikan yang ada di Indonesia,” Hendra Etri Gunawan, Kordinator BEM se Bogor.

Jurnal Bogor.
Lebih dari seratus mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se- Bogor, Sabtu (1/5) tadi malam, menunduk sejenak dalam renungan menjelang hari pendidikan nasional (Hardiknas), Minggu (2/5) hari ini. Mereka satu suara dalam nyanyian bertemakan pendidikan, sambil menggenggam lilin.

Hendra Etri Gunawan Koordinator BEM se-Bogor menolak bila renungan tersebut dikatakan sebagai sebuah aksi.
“Kegiatan kami malam ini bukan sebuah aksi, tapi merupakan renungan untuk merefleksikan pendidikan yang ada di Indonesia,” katanya kepada Jurnal Bogor, sebelum memimpin orasi.

Kegiatan dimulai dengan berjalan kaki dari Masjid Raya pada pukul 19.30 WIB, kemudian renungan dipusatkan di Tugu Kujang hingga pukul 21.00 WIB. Dalam renungan tersebut, BEM se-Bogor ingin membangkitkan kembali semangat memperjuangkan pendidikan pada diri mahasiswa.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Djuanda (Unida) M. Nur Husna mengatakan, selain menggelar berbagai aksi, renungan dan mediasi, BEM se-Bogor pun berusaha meningkatkan taraf pendidikan dengan tindakan nyata. Tujuan utamanya untuk mengubah paradigma masyarakat mengenai pendidikan.

“Ada dua bentuk perjuangan kami di bidang pendidikan, yakni cara vertikal diantaranya soal advokasi ke pemerintah, baik daerah maupun pusat serta horizontal melalui pengabdian kami kepada masyarakat untuk meningkatkan taraf pendidikan dengan program Bogor Cerdas,” tandas Husna.